2014 – Tahun Penuh Roller Coaster

Finally, 2014 telah kita lewati. Mulai hari ini kita masuki tahun 2015. Hampir semua orang yang ada, membicarakan masalah resolusi apa dan keinginan apa yang ingin kita capai di tahun 2015. Tentunya setelah apa yang kita alami di tahun 2014. Sebelum masuk ke tahun 2015, ada baiknya kita merefresh pikiran kita, tentang apa yang telah kita alami dan lakukan selama tahun 2014. Tentunya tidak hanya keberhasilan yang telah kita capai, tapi tentu saja kegagalan demi kegagalan yang kita alami.

Bagi saya pribadi, tahun 2014 adalah tahun dimana saya berubah. Berubah baik secara pikiran, sikap maupun tindakan. Tahun 2014, adalah tahun dimana akhirnya saya meninggalkan Zona Nyaman saya selama ini (hampir 10 tahun) untuk pindah dan berubah. Pindah disini adalah pindah pekerjaan, pindah posisi, pindah suasana tempat tinggal dimana akhirnya membuat saya untuk berubah ke dalam suasana lingkungan yang benar-benar baru. Lingkungan yang akhirnya membutakan mata saya, bahwa sebenarnya di luar sana, banyak sekali situasi dan kondisi yang tidak pernah kita kira sebelumnya.

Selama tahun 2014, saya benar-benar mengalami situasi yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Hidup bagaikan sebuah Roller Coaster, terkadang di atas terkadang di bawah. Dimana dinamikanya bergerak dengan sangat cepat dan dinamis. Bukan hanya dalam hitungan hari, bahkan bisa dalam hitungan jam hingga detik. Situasi begitu cepatnya berubah. Sekarang dalam kondisi A, nanti siang bisa B, sore bisa kembali ke A, besok malah ke kondisi C, begitu seterusnya.

Jika kita tidak siap, tentu tidak akan kerasan dengan kondisi ini. Apalagi jika kita terbiasa dengan yang namanya zona nyaman. Orang yang sudah terbiasa dengan suatu kondisi dan system yang baik, pasti akan kebingungan dengan kondisi ini. Akan terasa tidak nyaman. Rasa takut, khawatir, bingung hingga resah, menghinggapi perasaan setiap orang.

Tapi itulah hidup. Selama tahun 2014, saya banyak sekali belajar mengenai kehidupan. Kehidupan yang penuh dengan naik turun, seperti Roller Coaster. Apakah menyesal ? Sama sekali tidak. Kita jadi benar-benar bisa menghargai hidup dan sesama. Bertemu dengan teman-teman HEBAT yang memiliki satu visi adalah sebuah anugrah. Bahkan bertemu dengan teman-teman yang merasa “HEBAT” tapi tidak bisa bekerja alias NATO (No Action Talk Only), juga merupakan sebuah anugrah. Saya tidak bisa membayangkan begitu besar pengalaman hidup pada tahun 2014 ini. Keberhasilan, kegalalan, kekhawatiran hingga ketakutan, setiap hari bisa kita rasakan. Begini rasanya kehidupan NANO NANO, kehidupan Roller Coaster.

Terima kasih ya Tuhan, Engkau telah memberikan dan membimbing kami dalam kehidupan yang begitu Indah. Sekarang kami siap untuk memasuki tahun 2015 dengan penuh semangat. Apakah kehidupannya berupa Roller Coaster Part II ? Saya tidak tahu.. Yang terpenting bagi saya adalah hidup dengan penuh semangat, berguna bagi sesama, bekerja dengan sebaik-baiknya serta tentu saja Berdoa kepadaNya untuk hidup yang lebih baik.

Selamat Tahun Baru 2015 Kawans.. Tuhan Memberkati..

Leave a Reply