Kenapa Bisnis Membutuhkan Empati ?

Empati berasal dari Bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti “ketertarikan fisik”, jika didefinisikan adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain (Baron & Byrne, 2004). Dalam Empati kita akan mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain dan mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, sehingga data mengaburkan garis antara diri kita dan orang lain. Dalam bahasa sederhanya, mungkin bisa dikatakan sebagai “Menjadi Orang Lain dan merasakan apa yang orang lain rasakan”.

Trus, kenapa dalam dunia bisnis membutuhkan empati ? Terkadang orang lupa, bahwa produk atau jasa yang kita kelola, itu akan ditawarkan kepada konsumen. Dan konsumen itu adalah orang lain, bukan diri kita sendiri. Kita sering beranggapan bahwa, produk atau jasa yang kita miliki itu sudah bagus. Pertanyaannya, menurut siapa ? Menurut kita ataukah menurut konsumen kita.

Untuk dapat mengetahui respon konsumen terhadap produk kita, dibutuhkan rasa empati. Hal ini bertujuan, agar kita dapat menjadi orang lain, yaitu konsumen kita. Apakah mudah ? Tentu tidak. Kita harus bisa menggambarkan apa dan bagaimana konsumen kita, yang bisa kita gambarkan pada diri seorang persona.

Dalam kamus bahasa Indonesia, persona bisa diartikan sebagai ciri khas seseorang atau identik dengan pribadi seseorang. Untuk dapat merasakan empati, kita harus bisa menggambarkan persona dari konsumen kita. Sedetail mungkin. Dalam bisnis, persona bisa dikatakan target utama dari konsumen yang ingin kita sasar. Setelah kita dapat menentukan persona-nya, barulah kita bisa berempati untuk bisa menjadi persona tersebut.

Jika kita mampu menentukan persona yang tepat dan bisa merasakan empati dari persona tersebut terhadap produk kita, maka kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap produk atau jasa yang kita miliki. Kita bisa merasakan responnya. Itulah mengapa, bisnis membutuhkan rasa empati. Dan bukan hanya bisnis saja, dalam bersikap pada seseorang, kita juga harus membutuhkan rasa empati, agar mampu lebih menghargai orang lain.

Apakah anda sudah berempati ?

Tags:

Have your say