Kenapa Kita Harus Memiliki Jiwa Entrepreneurship ?

Jiwa Entrepreneurship

Terkadang banyak orang menganggap bahwa Entrepreneurship itu adalah membuka usaha, baik itu dengan cara membuat sesuatu ataupun hanya sekedar “dagang”. Tidak ada yang salah dengan itu. Membuka usaha dan “dagang” adalah salah satu bagian dari sebuah proses Entrepreneurship. Hanya saja, sebenarnya Entrepreneurship itu lebih dari sekedar profesi, tapi sudah menjadi Mindset ataupun jiwa / karakter.

Apapun pilihan profesi kita, mulai dari guru, dokter, karyawan, pelaku usaha dan sebagainya, membutuhkan jiwa entrepreneurship dalam dirinya. Jika kita tidak memiliki jiwa entrepreneurship, maka apa yang kita lakukan akan “sama” dengan yang lain. Jika sama, apa yang membedakan kita dengan yang lain ?

Berdasarkan Center for Technopreneurship and Innovation (CTI) Surya University, Entrepreneurship adalah proses identifikasi peluang, pengembangan ide inovatif, dan pengembangan usaha dalam kondisi resiko atau ketidakpastian. Seperti yang sudah disampaikan di atas, Entrepreneurship bukan hanya sekedar menciptakan bisnis, tapi lebih kepada Mindset, yang terdiri dari tiga hal :

  • Mencari dan menciptakan peluang dimana orang lain tidak melihatnya
  • Pendorong perubahan
  • Memiliki ketekunan untuk membuat ide menjadi kenyataan (Kreativitas dan Inovasi)

Tiga hal mindset entrepreneurship itu harus menjadi landasan bagi kita dalam menjalankan profesi yang kita pilih. Semua profesi yang kita pilih, membutuhkan mindset ini. Tidak ada yang tidak.

Mencari dan menciptakan peluang dimana orang lain tidak melihatnya

Seorang entrepreneur, selalu melihat segala sesuatunya secara utuh, tidak sepotong-potong, serta melihat dari sisi yang “tidak biasa”, yang terkadang berbeda dari orang sekitarnya. Mayoritas kita berpikir berdasarkan apa yang telah terbiasa dilihatnya. Sehingga seringkali kita tidak melihat “peluang” yang sebenarnya ada di depan kita.

Pendorong perubahan

Seorang entrepreneur harus selalu mendorong adanya perubahan. Perubahan yang ke arah lebih baik tentunya. Mayoritas kita, sangat susah untuk “berubah”. Apalagi jika kita sudah berada di posisi yang nyaman. Sehingga untuk berubah, rasanya sulit sekali. Apapun profesi kita, perubahan adalah kewajiban. Dalam segala aspek, mulai dari perubahan cara berpikir, perubahan proses kerja dan sebagainya. Masyarakat baru mau berubah, ketika sudah melihat hasilnya. Entrepreneur, harus selalu mendorong adanya perubahan. Menjadi yang terdepan dan pertama untuk berubah menjadi lebih baik.

Memiliki ketekunan untuk membuat ide menjadi kenyataan (Kreativitas dan Inovasi)

Seorang entrepreneur tidak hanya menekankan kepada proses dan kemampuan menciptakan bisnis atau usaha baru, tapi juga lebih menekankan pada kemampuan mengoptimalkan Kreativitas dan Inovasi sebagai basis pengembangan usahanya. Banyak orang yang mengatakan bahwa dirinya bukan orang kreatif, padahal Kreativitas Bukanlah Sebuah Talenta, Tapi Kemampuan (Skill) yang bisa dipelajari (Edward De Bono). Dalam sebuah usaha maupun pekerjaan, kreativitas dan inovasi sangatlah dibutuhkan untuk dapat memenangkan tingkat persaingan dengan para pesaing yang ada. Be Creative and Be Innovative.

Tags:

Have your say